Basketku Dimulai (3)
Waktu
2 minggu sudah cukup untuk meredakan ketegangan dan gejolak emosional damak
dari kemenangan beruntun kemarin, meski sesuai prediksi kami tapi ini tetaplah
sesuatu yang berbeda. Segala kerja keras terbayar tuntas di level ini, semua
orang menikmati hasil jerih payahnya selama latihan dan bisa membawa cerita
bahagianya masing – masing kedalam keluarga mereka. Setelah turnamen level pertama selesai, sebenarnya Aku dan
Ricko secara pribadi berencana tidak mengikuti latihan untuk beberapa waktu
karena kami merasa kemampuan kami sudah cukup secara teknik, secara fisik dan
strategi permainan kami berdua memahami betul apa yang diinginkan pelatih,
sebenarnya kami bukan ingin sombong atau berpuas diri hanya saja kami merasa
patut mendapatkan sedikit “Liburan” atas torehan 48 point dan 22 assist yang
kami berdua lakukan. Ternyata takdir mengatakan “tidak semudah itu ferguso!” 1 minggu pertama jeda kompetisi kami tetap disiksa oleh pelatih kami, fisik dan
teknik. Salah satu yang paling menyiksa dalam latihan menurutku adalah ketika
latihan Free Throw, Lay Up dan three point shoot untuk free throw 1 bola
yang tidak masuk kedalam ring dihargai dengan ganjaran 5 kali push up, untuk
lay up dihargaii dengan 10 kali push up dan untuk three point shoot dihargai 5 kali
push up dimana tiap teknik diberikan kesempatan 5 kali menembak. Dan kau tahu? Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenearnya,
Aku dan Ricko adalah orang yang paling banyak dihukum dalam latihan itu padahal
kami berdua penyumbang point terbanyak di level pertama, aku menyumbang 22
point dan 14 assist sedangkan Ricko 26 point dan 8 assist, dalam satu hari saja
kami merasakan “Kenikmatan” yang Hakiki dari sebuah push up. Aku menikmati 60
push up sedangkan Ricko menikamti 40 Push up. Sepulang dari latihan kami
seperti kekurangan asupan makanan, tangan bergetar dan lunglay karena terlalu
banyak push up. Ya kami tertawa sambil menikmati hal ini. setidaknya dalam tawa
kami terselip pelajaran berharga . Setelah hari itu kami selalu ke lapangan
basket lebih awal dari biasanya dan melatih tembakan lebih awal daripada yang
lain supaya tidak dipermalukan lagi dihadapan anak kelas 1.
Hari itu telah tiba, sudah saatnya
kembali berjuang. Berbekal julukan “Unbeaten”
kami memandang turnamen ini penuh semangat. Tekanan tentu lebih berat dari
sebelumnya, karena pada turnamen sebelumnya kami bermain dihadapan publik
sendiri sedangkan sekarang kami bermain di kandang tim ibukota kabupaten. Setiap
tahun selalu saja ada 3 tim unggulan dalam cabang olahraga basket yaitu tim
ibukota, tim pelawan dan Singkut. Tahun ini tim ibukota jauh lebih mengerikan
dari cerita yang berkembang, mereka diisi dengan pemain tim Sarolangun U – 15. Secara
fisik, secara teknik dan ketahanan tubuh sudah jelas mereka lebih unggul. Tentu
saja dalam upacara pembukaan semua mata tertuju pada tim itu, tapi kami tetap
yakin kami akan menjadi juara, meskipun kaki bergetar dan berharap tidak
melawan mereka di awal turnamen. Percayalah sangat mengerikan melihat mereka di
pertandingan pertama hari ini, skor 36 – 8 sudah cukup membuat semua yang hadir
kagum dan memprediksi kemenangan mereka tahun ini. tapi takdir berkata lain,
pada fase Knock Out tim ibukota kalah telat melawan tim pelawan
dengan skor 32 – 28. Memang benar pepatah mengatakan Don’t judge a book by the cover tim pelawan yang diremehkan karena bertubuh
jauh lebih kecil daripada tim ibukota bisa menang secara dramatis. Aku sangat
ingat pemain kidal itu menghabisi semua pemain tim ibukota yang masuk ke
lapangan. Tapi tetap saja, dalam permainan mereka terlalu bertumpu kepada bakat
luar biasa si pemain kidal itu sedangkan yang lainnya lebih seperti pemeran
figuran dlam sebuah pementasan drama. Pertandingan itu usai dengan hasil yang
diluar dugaan , tampak kekesalan yang luar biasa dari pelatih mereka tergambar
jelas dalam tiap cipratan air dari botol minuman yang ia lemparkan ke dinding, sedangkan di
sisi satunya semua terlihat tegang namun bersemangat menatap babak final. Jangan
tanya kepada kami apa yang kami rasakan, tentu saja. Kami semakin bersemnagat
karena sudah ada satu tim yang di tetapkan sebagai finalis. Kami yakin
selanjutnya adalah kami.
Dalam pertandingan pertama ada 2 hal
mengerikan terjadi, di cabang basket putri salah seorang peserta mengalami
patah lengan bawah saat salah melakukan pendaratan dalam melakukan Jump Ball lalu yang kedua adalah sikutan
keras yang menghujam kedaerah perut salah satu peserta saat berebut bola yang
menyebabkan cidera yang lumayan parah, dan kedua pelanggaran itu yang melakukan
adalah tim basket putri kami, ini semakin menjadi beban kami seluruh perwakilan
karena adanya kejadian ini tim kami dianggap tim yang tidak sportif dan segala
melakukan segala cara untuk menang walaupun melukai lawan, padahal sejatinya hal
ini murni terjadi karena kecelakaan dalam bertanding. Yah itu pasti akan
menjadi trauma kepada yang mengalami tapi apapun yang terjadi perjuangan kaan
terus berlanjut. Dalam fase knockout, di pertandingan pertama kami sudah menang
telak dengan skor 29 – 8, namun harus dibayar mahal dengan cideranya Center kami, pelatih memutar otak dan
mulai memainkan strategi baru dengan memainkan 3 pemain berposisisama yaitu Power Forward yaitu Aku Ricko dan Aldo untuk
menghadapi babak final. Di babak final kami sudah ditunggu oleh tim kuat yang
mengalahkan tim ibukota.Sebelum pertandingan setiap anggota tim bertahan dengan
raut muka tegang, diam tanpa kata , bahkan kami tak saling bicara satu sama lain
karena gugup. Akhirnya pelatih menepuk pundak dan kepala kami untuk mencairkan
suasana dan mengajak kami berdoa bersama, kami saling merangkul membentuk
lingkaran dan menudukkan kepala sembari mendengar ulasan pelatih tentang
latihan dan perjuangan kami, kalimat terakhirnya adalah “menangkan sekarang,atau tidak akan pernah” lalu kami merangkul lebih erat dan memberikan
Amin paling serius sebagai penutup doa. Waktu
bermain tiba, Tepat jam 11 siang kami memulai pertandingan final ditengah
teriknya matahari karena kami melakukan pertandingan di lapangan outdoor . Kali ini sepatu akan berdecit
lebih keras dari biasanya, kali ini jaring basket akan berkibas lebih sering
dari biasanya, kali ini dentuman bola akan lebih mengguncang dari biasanya,
akan banyak kejadian luar biasa dan kami akan juara! Kami akan juara! Setidaknya
kalimat itulah yang kusampaikan kepada diriku sendiri.
Comments
Post a Comment