Posts

warungku itu...

                Tak terasa KKN hanya menyisakan beberapa hari lagi untuk selesai, setiap orang sudah tidak sesibuk hari – hari biasanya karena kebanyakan proker yang diusung sudah selesai dan kami lebih fokus kepada acara perpisahan bersama warga desa. “Eh nggak kerasa ya sebentar lagi kita pulang” celetuk Niar di tengah obrolan ringan kami di malam hari. “Iya ya tidak terasa, ayolah segera selessaikan apa yang harus diselesaikan aku sudah rindu kost ku” sahut maryam. “Oke malam ini kita tidak perlu briefing untuk kegiatan besok, yang jelas siapa yang belum selesai silahkan selesaikan prokernya dan yang sudah selesai tolong membantu teman yang lain supaya cepat selesai” pungkas risko selaku ketua posko.                 Ringan sekali rasanya karena tidak ada briefing karena biasanya kami sampai menahan kantuk karena briefing yang terl...

sudah saatnya (1)

            “ Tadi apa?” tanya ibu kepadaku. “Tadi...itu tadi”. “Begini buk, tadi kak axel sudah membantu saya, saya hanya mengucapkan terimakasih” sahut windi memotong jwbanku. “benar Axel?”. “Iya bu, itu benar”. “Yasudah , kalian harus ingat walaupun kalian sudah seperti kakak beradik tapi kalian tidak satu darah, jadi jangan sampai salah satu di antara kalian jatuh cinta. Ibu tidak mau ada yang aneh – aneh didalam keluarga kita. Dan kau Axel, segala fasilitas yang ibu berikan untukmu akan ibu tahan selama satu bulan. Mulai dari mobil, pengawal pribadi, atm, kartu kredit termasuk uang saku itu sebagai bentuk hukuman untukmu”.”iya bu, maaf”. “Ibu, sudahlah bu..kan kita baru sampai di rumah masa mau kita rayakan dengan marah – marah seperti ini” sahut ayah mencoba meredakan amarah ibu. “ayah juga mau ibu ambil fasilitas nya?”. “ya yaaa ya...eng..enggaklah tapi jangan marah – marah begitu lah, besok malam kan kita harus ke luar n...

sambutan Mbak Kunti

                “Mas, saya dengar dari Galih katanya jalur ke desa kita yang lewat desa P itu angker ya?” Tanyaku kepada mas pras (ketua pemuda – pemudi) di sela pertemuan Ketua RT untuk mempersiapkan acara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 73. “sebenarnya tidak angker mas, tapi sering jahil saja penunggu yang di jembatan itu”.”jahil gimana mas?”. “Jadi pak Muh yang kerja di PT itu pernah lewat jalur itu pada malam hari, waktu melewati jembatan tiba – tiba motornya berhenti melaju karena ban belakangnya terangkat”. “Serius? Wah resek juga ya ”. “ya seperti itulah mungkin genderuwo atau yang lainnya, yang jelas di sekitar jalur itu ada rumah tua yang sudah lama tidak ditempati karena pemilik rumahnya meninggal dan tidak memiliki saudara lagi disini jadi rumah itu dibiarkan kosong tak berpenghuni”. “dengan rumah ini lebih tua mana kira – kira mas?”. “Lebih tua rumah itu, mau coba kita lihat malam in...

Mama Pulang

Di sepanjang jalan kami masih sesekali mendongakkan kepala melihat pemandangan indah yang disajikan alam untuk kami, “Eh kak, yang tadi itu siapa sih?”. “Oh tadi? Itu marina, dia salah satu orang yang suka aku, tapi aku tidak suka dengan dia”.”kenapa? kan dia cantik, badannya juga bagus”.” Kan aku pacarmu, gimana sih Win?”. Aku menghentikan langkahku, begitupun dia dan kami pun saling tatap satu sama lain . “Bhahahahahahah” kami pun tertawa bersama “Ya masa aku pacaran sama kakakku sendiri sih kan nggak mungkin” sambungnya, seketika aku tersadar kalau dia menganggapku sebatas kakak angkatnya saja dan bukan sebagai laki – laki yang istimewa di hidupnya, “eh tapi lumayan kan kalau kakak punya pacar kan aku jadi punya teman main yang baru”. “enggak lah.....aku sedang menunggu seseorang, dia cinta pertamaku jauh lebih cantik lagi dari Marina”. “Serius? Siapa? Satu sekolah ya sama kita?jangan – jangan satu kelas?”. “Hem...bisa jadi bisa jadi”. “Aku tahu! Kak franklin kan?hahahahaha”. ak...

Marina

Setelah minum coklat hangat itu, aku kembali ke kamarku untuk istirahat begitupun dengan Windi beristirahat di kamarya, sebelum tidur aku memikirkan bagaimana seharusnya aku bersikap kepada Windi karena gejolak yang ada didadaku sudah semakin besar dan sulit untuk dibendung, kalau kalian di posisiku kalian akan bagaimana?. Saat aku bangun, hari sudah hampir gelap dan aku duduk memilih duduk sejenak di teras belakang rumah menikmati senja di temani secngkit kopi susu buatanku sendiri, mungkin aku harus sering – sering seperti ini supaya bisa agak menjauh sedikit dari segudang permaslaahanku di dunia yang sudah tua ini.                 saat malam tiba, aku mengajak Windi untuk makan bersama di restaurant favoritku. “Win, aku pengen makan di luar, kau mau ikut tidak?” ajakku dari balik pintu kamarnya. “Sebentar kak, aku tidak dengar, ada apa kak?”. “Aku mau makan di luar, ikut nggak?”. “mau sih tapi kakak yang...