Bullying Tamat
Pagi ini kami sarapan berdua saja karena Franklin sudah dijemput oleh kedua orangtuanya tak lama setelah kami pulang semalam, “Wah badanku sakit semua rasanya”. “padahal kau semalaman hanya tidur”. “ Eh, iya ya kan semalam kita di bis kota. Kok pas bangun aku dikamar?” Windi melihatku dengan mata tajam. “apa?”. “Kau tidak macam – macam kan? Kalau sampai ketahuan awas kau ya!”. “hei cobalah sekali – sekali bertanya dulu. Siapa suruh kau tidur di bis kota, kau kira kau tidak berat? Aku yang menggendongmu sampai kuantarkan ke kamarmu, ngomong – ngomong makasih ya semalam. Enak lo”. Kubisikkan ditelinganya untuk menggodanya. “Axel!!!!!!!!!”. “ Tidak tidak ampun aku Cuma mengantarkan sampai kamar, ampun!”. “ hih! Awas kau ya. Kau kira bercandamu lucu. Walaupun kau kakak angkatku tapi awas saja kalau kau macam – macam akan kuberitahu ayah dan ibu!”. “Iya... aku ini cowok baik – baik kok”. “Hei,Axel. Perampokan pun modusnya sok kenal dan bai...