Extra Game – Pertandingan Terakhir


            Tiap akhir semester disekolah kami selalu mengadakan class meeting sebagai hiburan setelah melewati kepenatan menghadapi ujian, dan tentu saja selalu ada cabang bola basket yang selalu dinantikan pertandingannya oleh seluruh siswa. Tentu saja ini tidak lepas dari euforia yang masih terasa atas kemenangan kami di kejuaraan yag lalu. Aku tak begitu mengharapkan apa – apa dalam tiap pertandingan, karena aku menganggap ini hanyalah ajang latihan dan sedikit tebar pesona kepada penghuni sekolah. Di cabang basket tak banyak yang bisa dilakukan lawan kami ketika bertemu kami, tentu saja itu karena kelasku berisi Kiseki No Sedai tim 97 yang beranggotakan Aku dan Ricko sebagai Power Forward, Pahala dan candra sebagai Shooting Guard serta Yoga sebagai Center . Easy game berkali – kali kami lewati dan menjadi juara grup untuk melaju ke babak final, sedangkan di grup lainnya hal yang sama juga terjadi dimana pertandingan – pertandingan yang tidak seimbang terjadi dimana salah satu kelas berisi veteran O2SN ankatan 96 yaitu Tedi, Verindo, Fajar, ewaldo. Tentu mereka melaju ke babak final dengan mudah dan bertemu kami di pertandingan terakhir. Aku menyebutnya pertandingan terakhir karena kami sudah kelas 9 dan akan banyak terfokus kepada Ujian Nasional yang akan kami hadapi. Aku menyebut ngkatan 96 dengan sebutan Uncrowned King istilah itu juga kudapatkan dari serial kartun jepang bertemakan basket. Mereka berisi pemain – peain dengan bakat luar biasa namun tidak bisa memenangkan gelar juara.
            Menjelang pertandingan dimulai, pagi itu terasa berbeda tak biasanya penonton memenuhi tribun hingga berdesakan satu sama lain, hampir semua guru rela meninggalkan kegiatannya demi menonton pertandingan ini dan tentu saja setiap wali kelas bersama anggota kelasnya sudah bersiap untuk menyaksikan pertandingan ini. pagi ini aku merasakan sedikit ketegangan,  berambisi untuk menang dan lebih banyak merasakan kesenangan. Sudah lama aku tidak merasakan perasaan seperti ini sejak kejadian tak mengenakkan di kejuaraan yang lalu itu. Menjelang pertandingan seperti biasa kedua tim melakukan pemanasan , di sisi lapangan yang lain tedi sedang asyik bermain dengan three point shoot nya, kali ini  yang ada dikepalaku hanya menang – menang dan menang.  Angin begitu segar masuk kedlam paru – paruku, peluit panjang tanda pemanasan berakhir pun dibunyikan. Kali ini kedua center saling berhdapan dikelas 9D adalah Verindo  dan dari kelasku kelas 9C adalah Yoga mereka adalah sahabat sejak sekolah dasar tapi didalam sini semua orang ingin menang.
            Wah kali ini penonton bergemuruh layaknya pertandingan final disebuah kejuaraan besar, tentu saja pendukung mereka dan pendukung kami sama semangatnya. Sayup – sayup kudengar teriakan “Deffense! Deffense! Deffense!” dari bangku cadangan kami, saling kejar angka tak terelakkan, jaring basket tak berhenti bergetar dentuman bola basket begitu kerasnya dan tempo permainan yang luar biasa cepat menguras tenaga kami melebihi pertandingan final yang kami hadapi sebelumnya. Ini adalah panggung pertunjukkan bagi tiap pemain siapa Power Forward, Shooting guard dan Center terbaik disekolah kami. Bola saling bergantian memasuki jaring, strategi pertahanan tak lagi mampu membendung kekuatan serangan dari kedua tim, sejak awal kami sudah mengerahkan segala kemampuan kami untuk menang, skor pembuka yang dilakukan candara dengan lay up membuat seisi sekolah bergemuruh karena siapa yang berhasil mencetak angka lebih awal dialah yang akan mengambil alih pertandingan. Skor terus saling kejar tedi dengan three point shoot selalu membuat kami kerepotan sepanjang pertandingan. 20-20, lalu 26-29 aku masih ingat betull tiap peluit yang berbunyi, aku masih ingat betul tiap teriakan wasit, teriakan guru, tepuk tangan penonton dan sorak sorai pemain pengganti. Di menit terakhir kedua tim menggila, saling balas Three Point Shoot tak terelakan lagi, tak ada penghasil 2 angka yang ada hanyalah tembakan dari jarak jauh yang selalu masuk ke jaring, saat kedudukan 20-23 untuk keunggulan kelasku semua sudah mengerahkan tenaga yang mereka miliki sampai batasanya,sampai skor terus berimbang  23-23, 23-26, 26-26, 26-29, 29-29, 32-29, 32-32, 35-32, 35-35 pertandingan menyisakan 30 detik terakhir dan kedudukan masih imbang. tedi mencetak angka ke 38 dan kami imerasa semakin tertekan dengan sisa sekian detik saja, di sisi lapangan pendukung mereka sudah bersiap untuk merayakan kemenangan sedangkan wali kelas dan pendukung kami terlihat tegang dan cemas. Namun kami menyamakn kedudukan kembali menjadi 38 – 38 melalui tembakan 3 angka Yoga yang sangat jarang melakukan tembakan dari luar lingkaran karena dia adalah seorang center. Pertandingan masih belum berhenti dan semua orang kambali bersemangat terdengar saup – sayup teriakan “ 9c! 9d!9c!9d” , ini adalah pertandingan pertama dan terakhirku menghadapi sahabat –sahabatku meskipun ini bukanlah  pertandingan resmi . di detik terakhir aku berhasil melewati 2 pemain dan memenangkan pertarungan dengan Verindo yang tubuhnya jauh lebih tinggi dibandingkan diriku untuk mencetak angka ke 41 dan itu adalah angka kemenangan bagi kami. Peluit panjang berbunyi menandakan berakhirnya pertandingan. Keringat pagi ini luar biasa mengalir deras melewati pori – pori baju kami, semua orang bersorak merayakan kemenangan ini tentu saja, kami sampai terbaring di lapangan karena merasakan lelah yang luar biasa. Senyum yang telah lama hilang dan sensasi adrenalin yang memuncak kembali kudapatkan dalam pertandingan ini kami memulai dan tumbuh bersama dalam basket sekolah ini. hari itu adalah salah satu dari dua pertandingan yang tak pernah kulupakan dalam perjalanan basketku.
            Aku dan Ricko kembali meraih gelar juara yang bahkan lebih berharga dari sebelumnya karena mengalahkan orang – porang yang jauh lebih menyeramkan dari yang sudah pernah kami lawan sbeelumnya.

Comments

  1. Harus lebih teliti, karna beberapa kata masih ada yang salah ( kesalahan Redaksi )

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih my brother kami akan perbaiki beberapa kesalahan dalam redaksi kami, terimakasih juga telah membaca semoga sukses selalu.

      Delete

Post a Comment