Perkenalan Lembar ke 1

                                                          

       Nama lengkapku adalah Mufti Eka Putra Satria, aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Aku lahir di desa kecil yang berbatasan dengan Sumatera Selatan, Yaitu  Singkut pada tanggal 6 Maret 1997. ayahku satu sejak aku lahir, begitupun dengan ibuku juga satu. aku terlahir dari keluarga sederhana yang amat disiplin akan pendidikan.. Yah, itu karena ayahku adalah seorang guru di salah satu sekolah favorit didaerahku selain itu juga dia berperan sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Nilai - nilai kedisiplinan tertancap dengan kokoh sejak kecil bahkan sejak aku berusia 5 tahun aku sudah diberikan tanggung jawab untuk menyiram bunga - bunga yang ditanam ayahku di setiap pagi dan sore hari tentu saja ayahku juga ikut memberikan arahan dan memberikan contoh yang benar kepadaku. Aku dulu tidak paham dan hanya mengangguk kepada ayah, dan setelah beranjak remaja aku memahami semuanya. Lalu jika berbicara tentang ibuku, yah sebagian besar sama dengan ibu - ibu yang lainnya hanya saja ibuku tidak suka memberi lampu sign kanan tapi belok kekiri. Ibuku sama dengan ayahku dalam hal kedisiplinan, sejak TK aku selalu dilatih disiplin selalu belajar jam 7 malam dan selesai jam 8 malam, lalu tidur paling lambat jam 9.30 malam, luar biasa sekali bagiku yang anak kecil diwaktu itu. tapi aku puas sekali atas pencapaian - pencapaianku di sekolah, ya walaupun aku waktu itu belum menyadari kalau semua pencapaian itu adalah hasil kerja keras ibu dan ayahku dalam menanamkan kedisiplinan kepadaku sejak kecil. masa sekolah di taman kanak - kanak mungkin tidak begitu banyak hal yang kuingat yang paling banyak kuingat adalah bagaimana ayahku dan ibuku membawa diriku menjadi pribadi yang baik saat itu.
     Aku tumbuh seperti anak normal biasanya, bermain sama persis dengan anak usia normal. ayahku pernah bercerita bahwa di rentang usia 4 - 7tahun aku memiliki perbedaan signifikan dengan anak - anak lain. disaat anak lain memilih mobil sebagai mainan yang dibawa kesekolah, aku selalu meminta ijin untuk membawa bola, dirumahpun apapun yang sering ku tendang walaupun itu bukan bola. Bahkan, aku pernah menendang - nendang kelapa kering disekitar rumahku. kocak sih padahal aku punya bola yang dibelikan ayah, di usia 6 tahun aku sudah diajari teknik - -teknik dasar bermain sepakbola oleh ayah, ya tentu saja dengan kakiku yang mungil saat itu, aku sudah menjadi penggila sepakbola sejak kecil rupanya, yaaa mungkin karena sering diajak ayah nonton sepakbola lewat layar televisi dirumah. aku sangat ingat merk sepatu sepakbola pertamaku adalah Speed berwarna putih dengan list biru, hampir setiap sore sesudah mengaji aku bermain sepakbola dengan ayahku aku selalu diajari menendang, menggiring dan mengopertapi tidak pernah diajari sebagai penjaga gawang, mungkin karena ayahku sangat suka dengan om Roki Putirai dan Widodo.C.Putro yang notabene bukan penjaga gawang.
     Selain sepakbola aku sangat tertarik dengan dunia game, Gamboy adalah konsol game pertamaku. lalu disaat orang lain disekitarku memilih Nin tendo, ayahku justru berbaik hati membelikanku Playstation seri pertama (PS 1), dan lagi aku memilih sepak bola sebagai game yang paling sering kumainkan. hampir tidak masuk akal, disaat anak seusiaku menggilai game balap mobil dan balap motor aku lebih tertarik dengan sepakbola, entahlah aku merasa  tertantang jika memainkan permainan berkelompok dan perlu strategi. Karena aku tidak memiliki teman seusiaku yang mempunyai hobi sama, aku bermain game sepakbola dengan tetanggaku yang usianya terpaut sekitar 6 tahun dariku. disitulah aku mengasah strategi dan cara bermain sepakbola, Ahmad Sidik namanya., berkat berlatih dengannya bahkan di usiaku yang baru 6 tahun aku sudah seringkali mengimbangi bahkan menang dari orang - orang yang usianya lebih tua dan bermain PS sudah lebih lama dariku.dia salah satu orang yang kecerdasannya diatas rata - rata menurutku dan orang - orang disekitarku. bermain Playstation dengan "Jatah" bermain hanya 2 jam tiap hari sudah sangat cukup waktu itu,tapi lain lagi  ketika hari minggu aku boleh  memainkannya sesuka hatiku asal tidak melewatkan kewajiban sholatku, mengajiku dan makanku. hehe. 
    Aku adalah anak kecil yang tumbuh di Desa dengan cita - cita paling berbeda dari kebanyakan anak kecil lain. disaat mereka menginginkan dirinya menjadi dokter, menjadi polisi, menjadi tentara, hanya aku yang ingin menjadi Pemain Sepakbola, ayahku dan Ibuku tak pernah bertanya kenapa, tapi selalu mendukung apa yang menjadi cita - citaku. 

Comments

  1. Awal yg baik. Nampak bkt menulis. Siapa tau ini jln rejeki tmbahan dikemudian hari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. insyaallah, semoga yang terbaik untuk anda juga
      .

      Delete
  2. Batu lompatan yang bagus ,mungkin diksi nya harus lebih ehemz lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih atas sarannya, kami akan perbaiki di postingan selanjutnya. sering - sering mampir ya kak

      Delete

Post a Comment