Jubah Hitam


                Malam pun berakhir dengan sedikit kejadian aneh yangmenyertai kami, khususnya bagiku dan Galih yang seolah – olah sedang balap motor dengan genderuwo, epic moment sih meurutku. Jadi di posko ini aku adalah orang yang paling sering dimintai tolong untuk menemani ke kamar mandi oleh anggota posko cewek maupun cowok, tugasku menunggui di depan pintu yang langsung berhadapan dengan padang rumput ilalang atau di Toilet satunya yang berhadapan langsung dengan kebun karet dan keun sawit menurut mereka aku orang yang berani karena sering menemui kejadian aneh, padahal aku juga takut misalnya berpapasan dengan makhluk – makhluk itu tapi karena atas dasar pertemanan ya aku bantu saja, itu kalau dijadikan bisnis mungkin lumayan ya selama KKN,hehe.
                Jadi saat tidur aku terbangun karena ingin buang air kecil,  sialnya di toilet yang didalam rumah airnya habis dan mesin pompa air tidak bisa mengalirkan air karena kemarau membuat debit air sangat minim terpaksa Aku harus memakai kamar mandi yang dibelakang rumah. Karena tidak berani sendirian aku mencoba membangunkan Galih, Risko, Pian dan Abdul sialnya tak satupun dari mereka yang bangun. Selain tidak mungkin mengulangi kesalahan dengan buang air kecil di sisi jalan,terpaksa aku ke kamar mandi belakang sendirian melewati tangga kebawah dan kolong rumah yang gelap gulita, hanya menggunakan flash HP sebagai penerangan.
                Saat itu, aku sengaja tidak menutup pintu kamar mandi karena pikirku kalau ada Hantu muncul dari depanku aku bisa lebih mudah lari keluar kamar mandi, syukurlah selama menjalankan misi rahasia dikamar mandi itu tidak terjadi apa – apa, justru sialnya ketika ingin keluar kamar mandi lewat sesosok tinggi besar berjubah hitam lewat tepat didepan Pintu kamar mandi dan kami saling berhadapan, yang tampak darinya hanyalah siku hingga kebawah, sontak aku menutup pintu dan sesegera mungkin menghubungi teman – teman lewat telpon, sampai akhirnya Galih mengangkat telponku, “Woy anjir cepetann ke kamar mandi belakang, penting. Jangan sendirian ya bawa teman”. “Ngapain malam – malam di kamar mandi belakang sendirian?wah gob*ok ini anak, sebentar ya aku kesana”. “nanti kuceritakan cepalah kesini aku sudah tidak kuat”.
                 Akhirnya Galih datang mengetuk pintu dan bodohnya lagi dia sendirian, “kan sudah kubilang bawa teman jangan sendirian”. “Tidak ada yang bangun, ayo cepat ke atas”. “Ayo”. Nasib sial datang lagi, saat melewati kolong rumah dan mendekati tangga tidak sengaja aku melihat ke sisi kiriku dan benar saja. Makhluk itu sedang duduk di kursi yang biasa kami gunakan untuk berbincang – bincang membelakangi kami, sontak aku berteriak “Astaghfirullah! Mamaaaaaak!” aku berlari begitu juga Galih berlari sampai kami akhirnya memberanikan diri tidur di ruang TV yang berhadapan dengan Kamar tidur berpenunggu dan bekas warung yang misterius.

Comments